My life, My story
Hari
ini aku sadar, di dalam sepi, di dalam kesunyian hari ini. Hidup adalah sebuah
misteri, sebuah petualangan yang tak ada habisnya. Aku hampir masih ingat
potongan-potongan kenangan masa kecilku. Hidup itu nyata, not a drama or television
show ! it’s a completly reality.
Saat
masih kecil, hidup terasa lebih mudah. Segala sesuatu hampir bisa kita dapatkan
hanya dengan merengek,menangis atau hanya sekedar meminta kepada orangtua, dan
dalam sekejap apa yang kita inginkan ada. Begitu simpel usaha kita,usaha saat
kita tak berdaya. Saat kita masih dikatakan menggemaskan. Saat segala sesuatu
yang dapat kita kerjakan hanya tidur,bangun,mengompol,bermain,dan berada pada
tingkat keingintahuan yang besar.
Disaat
segala sesuatu sangat diperhatikan oleh orangtua kita. Jika bisa dikatakan masa
kecil adalah salah satu masa termanja yang indah dalam hidup. Masa
ketidaktahuan,masa yang sangat polos.
Masa
kecilku termasuk bahagia, masa yang ingin aku ulang jika bisa. Melihat album
foto tentang masa kecilku,tentang aku yang masih tidak memiliki gigi,tentang
aku yang sangat suka jika di foto, tentang aku yang tidak berdaya sehingga
kemana-kemana harus di gendong oleh mereka.
Album
foto itu berisi seorang gadis yang energik,riang dengan senyumnya yang lebar
tanpa masalah. Seorang gadis kecil yang terus menerus tumbuh. Dan aku berharap
gadis kecil yang masih polos itu hingga sekarang masih ada di dalamku,entah
disudut mana tapi aku berharap dia tak akan pernah hilang meski raganya terus
mengalami perubahan.
Kadang
aku rindu senyumnya,kadang aku rindu rasa penasarannya,keberaniannya,segala
sesuatu tentang dia yang membuat papa dan mama tersenyum atau bahkan tertawa.
Dan kadang aku berpikir apakah jiwanya masih ada padaku ? apakah senyumku masih
sama dengannya ? kadang dia terasa lebih baik dari aku yang sekarang, dia masa
laluku,bahkan parasnya terlihat lebih menenangkan,matanya terlihat lebih teduh
daripada aku. Gadis kecil itu membuatku iri setengah mati. Sial !
Tiap
tahun aku bertumbuh,tiap tahun ceritaku berubah,pengetahuanku bertambah,dan
tentu saja aku semakin mandiri. Tahun berganti dan gadis kecil itu tak pernah
lelah menanti, menanti apa yang akan terjadi dihidupnya,dia tak pernah berhenti
mencari, mencari petualangan yang baru,mencari ketertarikannya tentang sesuatu
yang baru.
Masa
kanak-kanaknya,di habiskan dengan belajar demi meraih prestasi untuk
membanggakan papanya hanya demi mendapatkan pelukan dan kata-kata pujian dari
kedua orangtuanya. Tetapi, bukan anak kecil namanya ketika tidak bermain,tidak
membuat kenakalan. Dia pun tak pernah melewatkan itu.
Dia
sangat menyukai dunia bermainnya,dia memiliki teman yang cukup banyak untuk
terus menemaninya bermain,atau kadang disaat tidak memungkinkan untuk bermain
bersama, alam imajinasinya tak pernah sekalipun meninggalkannya. Gadis itu aku
rasa cukup lincah, dia sangat suka bernyanyi. Hampir semua hal yang
dilakukannya tak terlepas dari musik, bahkan dengan musik dia dapat terbangun
dari tidurnya. Dengan lagu,mendekatkannya pada papanya yang dulu setiap pagi
dan siang mengantar dan menjemputnya sekolah. Mendekatkannya pada mamanya
ketika sedang berkaraoke bersama dirumah dengan tembang-tembang kenangan.
Dengan
musik pula dia mulai membiarkan tubuhnya mengikuti setiap lantunan irama musik
yang di dengar, membiarkannya tak dapat mengontrol tubuhnya untuk bergerak.
Lalu,dia mulai suka menari,meniru tiap gerak tarian yang dilihatnya. Membuat
pikiran abstraknya berimajinasi tentang cita-citanya.
Beranjak
agak besar,dia menyadari dia menyukai laut. Menyukai suara debur ombak,menyukai
lembut pasir yang di tapakinya,mengagumi rasa asin airnya. Dari kecil dia telah
di perkenalkan oleh pantai dan laut. Dan tanpa sadar dia tau bahwa dia menyukai
air,dia menyukai fakta bahwa air itu mengalir,terus menerus dari tempat yang
tinggi ke rendah, dari sungai ke laut,dari hulu ke hilir. Dia juga sadar hidup
kadang seperti air,kadang pasang dan kadang surut. Kadang tenang dan kadang
beriak. Kadang arusnya begitu kuat untuk di lawan. Kadang airnya begitu
jernih,begitu biru hingga kita dapat melihat apa yang ada dibawahnya,tapi
kadang airnya agak keruh jadi kita harus berhati-hati. Tapi, dia tau satu hal
yang pasti bahwa hidup tidak ditakdirkan untuk terus-menerus mengikuti
alurnya,ada saat dimana kita harus melawannya. Dan gadis itu terus berusaha
untuk tidak mengikuti arus kehidupan.
Saat
beranjak remaja, dia mulai mengenal sedikit ke kompleksan dunia, yaitu tentu
saja persahabatan dan cinta. Dibuat kalut dengan pertengkaran antar teman, dan
dibuat resah dengan yang mereka sebut rindu. Tetapi,diantara dua hubungan itu,
hubungan persahabatannyalah yang berlangsung baik dan continue hingga kini.
Mungkin
benar persahabatan dan cinta,jauh lebih kuat persahabatan sedangkan cinta itu
rapuh. Tapi gadis itu,mengetahui bahwa kadang ada saat dimana cinta dapat
menjadi begitu kuat hingga mampu melewati kuatnya ikatan persahabatan.
Gadis
itu pernah berada dan mungkin suatu saat nanti akan terjebak di situasi yang
sama. Disaat dia dibutakan dengan cinta. Disaat segala-galanya yang penting
adalah pasangannya itu. Bodoh,naif,polos dan tentu saja tak terkendalikan.
Cinta adalah mantra terkejam dan ilusi paling mematikan di dunia.
Tapi
tentu saja tak semua tentang cinta itu buruk, cinta membawa warna baru dalam
hidupnya. Mengisi kekosongan dalam hidupnya yang tak pernah disadarinya. Kadang
disaat dia melihat langit dari atas rumah lamanya,duduk merenung diatas pagar
dan merasakan hembusan angin, dia berpikir apakah cinta sejati itu benar adanya
? atau hanya sekedar mitos di cerita dongeng ?
Tak
masalah tentang luka,sakit yang dia rasakan selama perjalanannya itu, asalkan
akhirnya dia menemukan kebahagiaan sejati, karena dia tau suatu saat dia harus
tersenyum untuk seseorang. Dan bukan karena harus, tetapi karena dia ingin.
Meski cintanya kini sering dan bahkan selalu kandas, kadang cintanya tak
terbalas dan jatuh pada orang yang kurang tepat. Meski dia harus meihat orang
yang dicintainya memilih yang lain, gadis itu tau di dalam hatinya dia memang
harus menerimanya. Itu semua bagian dari perjalanan hidup yang akan
mendewasakannya.
Gadis
kecil yang sudah remaja itu tau bahwa dia harus terus melangkah,bahwa hidup tak
hanya sesimple itu,tak akan berhenti hanya karena pedihnya cinta. Kini dia
sadar, bahwa tak akan ada orangtuanya lagi yang bisa terus mengawasi dirinya,
tak ada mereka lagi yang bisa setiap saat melarangnya untuk tak jatuh karena
jalan yang dia pilih salah. Dia harus bisa berdiri sendiri,memilih
sendiri,bertanggung jawab atas apa yang dipilihnya,dan bersiap menghadapi
segala rintangan hidupnya.
Dan
setiap kegagalan dalam hidupnya tak akan membuatnya patah semangat,tak akan
membuat dia mundur dan kehilangan arah,karena hidup akan selalu memberikan
kesempatan baginya untuk menebus setiap kebodohannya.
Pernah
gadis itu jatuh,hampir terpuruk dalam kesalahan terbesarnya, gadis itu kini tak
polos lagi, dan hampir layu karenanya,sinarnya sudah tak seterang dulu karena
cinta palsunya. Menyesal pun tak ada guna,berteriak pun hanya mengurangi
sedikit kesakitan,apalagi airmata tak dapat mengahapus apa yang sudah tertanda.
Dia mulai berhenti, gadis yang dulu semangatnya berapi-api kini bungkam dalam
kesunyian. Tapi Tuhannya tak pernah sekalipun meninggalkannya, dunia indahnya
dalam mimpi membuatnya bangkit,membuatnya berpikir kembali bahwa perjalanan di
dunia nyata masih panjang,bahwa hidupnya tak sesempit pikirannya. Bahwa dia
akan selalu menemukan tempat di manapun.
Hari
demi hari terus berganti, dia pun juga terus berubah,baik dari segi fisik
maupun karakter. Dari rambut ikalnya ke rambutnya yang sekarang lurus, dulu
rambutnya berwarna merah kecoklatan sekarang telah menjadi coklat gelap,dari
kulitnya yang putih bersih menjadi putih langsat. Dia berwajah lumayan menarik,
tetapi baginya wajah masa kecilnya adalah wajah terbaiknya.
Semakin
besar dia menyadari bahwa dia menyukai gagasan kebebasan. Meski dalam artian
yang sebenarnya ‘Kebebasan” itu tidak pernah benar-benar bisa penuh,akan selalu
ada “tapi” , akan selalu ada “batas”. Karena itulah kehidupan yang sebenarnya,
seperti dalam setiap permainan, akan selalu ada aturan main.
Yang
aku pahami dari gadis ini adalah, dari kecil, baik di dalam tidurnya maupun di
bawah sadarnya dia selalu berangan-angan untuk dapat melihat keindahan dunia.
Untuk bisa merasakan empat musim, untuk dapat melihat birunya laut ditempat-tempat
yang berbeda, hijau dan sejuknya udara pegunungan ataupun pedesaan. Aku
mengerti satu hal bahwa jiwanya adalah jiwa yang menyukai petualangan,tidak
suka terlalu terikat, dan dia menyukai sejarah.
Dia
tidak terlalu suka hiruk-pikuk, oleh karena itu dia hampir selalu melewatkan
konser. Tapi dia menyukai pagelaran seni. Seni adalah suatu budaya yang akan
terus hidup hingga akhir zaman. Yang akan terus mengalir disetiap darah umat
manusia. Dia percaya setiap orang dilahirkan dengan bakat seni masing-masing.
Gadis
itu tumbuh terus tumbuh, dia ingin terus berlari, berlari dan menari. Menari
mengikuti alunan musik kehidupan ini, dia ingin terus mengeksplor bakatnya, dia
ingin terus belajar meski kadang dia menjadi begitu keras kepala ketika hatinya
sudah menetapkan pilihan. Kadang dia menjadi buta lagi hingga tersandung untuk
mengetahui bahwa dia salah, dia masih sering manja,masih sering butuh
pertolongan orang. Gadis itu masih sering egois.
Dia
mulai mengenal masalah kehidupan yang sedikit lebih kompleks setelah dia
remaja. Tentang kejamnya dunia. Sekarang dia tau bahwa ternyata dunia tak
selamanya indah,tak selalu baik. Ternyata dibalik hingar bingar dunia yang
penuh dengan ke-modernan,kemewahan terdapat jerit tangis rakyat yang tidak di
perhatikan nasibnya, terdapat kekerasan antar umat manusia, terdapat kedengkian
dimana-mana.
Dunia
yang kini di pahaminya, menuntutnya harus peduli,meski yang bisa dilakukannya
hanya sedikit,hanya hal-hal kecil tapi dia akan melakukan itu, agar setidaknya
sedikit saja dia dapat melakukan perubahan. Karena sekarang,dia sadar bahwa dia
tak buta lagi, dia tak terhalang oleh tembok keindahan dunia semu itu lagi.
Sekarang dia telah mengerti haknya,dia paham permasalahannya,dan dia tau dia
peduli. Jadi gadis kecil itu ingin berjuang ! ingin bahwa suara kecilnya bisa
di dengar.
Meskipun
dia masih tidak yakin dengan apa cita-citanya atau apa yang akan di kerjakannya
ketika sudah saatnya nanti. Dia selalu tau bahwa, dia ingin bisa berpartisipasi
untuk mengubah negaranya menjadi lebih baik, mengubah segala sistem buruk yang
ada di pemerintahan saat ini. Tapi keinginannya itu membutuhkan proses yang
panjang dan sulit untuk dicapai, dia tau itu tak mudah. Tapi, dia yakin akan
selalu ada jalan ketika seseorang ingin berusaha.
Mungkin
saat ini hanya segini yang dapat dia tuliskan dari sisa-sisa pemikirannya dulu
hingga kini. Dari gadis kecil dengan begitu banyak keinginan,begitu banyak hal
yang selalu dia pikirkan. Yang selalu menikmati setiap hal yang terjadi
dihidupnya, yang selalu menangis ketika dia sedang putus asa, yang selalu
memegang prinsip hidupnya bahwa hidup tak boleh hanya datar-datar saja. Seorang
gadis yang selalu berharap menemukan cinta sejatinya. The girl who is on fire.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar