Rabu, 03 Juli 2013

My life, My story

My life, My story

Hari ini aku sadar, di dalam sepi, di dalam kesunyian hari ini. Hidup adalah sebuah misteri, sebuah petualangan yang tak ada habisnya. Aku hampir masih ingat potongan-potongan kenangan masa kecilku. Hidup itu nyata, not a drama or television show ! it’s a completly reality.
Saat masih kecil, hidup terasa lebih mudah. Segala sesuatu hampir bisa kita dapatkan hanya dengan merengek,menangis atau hanya sekedar meminta kepada orangtua, dan dalam sekejap apa yang kita inginkan ada. Begitu simpel usaha kita,usaha saat kita tak berdaya. Saat kita masih dikatakan menggemaskan. Saat segala sesuatu yang dapat kita kerjakan hanya tidur,bangun,mengompol,bermain,dan berada pada tingkat keingintahuan yang besar.

Disaat segala sesuatu sangat diperhatikan oleh orangtua kita. Jika bisa dikatakan masa kecil adalah salah satu masa termanja yang indah dalam hidup. Masa ketidaktahuan,masa yang sangat polos.
Masa kecilku termasuk bahagia, masa yang ingin aku ulang jika bisa. Melihat album foto tentang masa kecilku,tentang aku yang masih tidak memiliki gigi,tentang aku yang sangat suka jika di foto, tentang aku yang tidak berdaya sehingga kemana-kemana harus di gendong oleh mereka.
Album foto itu berisi seorang gadis yang energik,riang dengan senyumnya yang lebar tanpa masalah. Seorang gadis kecil yang terus menerus tumbuh. Dan aku berharap gadis kecil yang masih polos itu hingga sekarang masih ada di dalamku,entah disudut mana tapi aku berharap dia tak akan pernah hilang meski raganya terus mengalami perubahan.
Kadang aku rindu senyumnya,kadang aku rindu rasa penasarannya,keberaniannya,segala sesuatu tentang dia yang membuat papa dan mama tersenyum atau bahkan tertawa. Dan kadang aku berpikir apakah jiwanya masih ada padaku ? apakah senyumku masih sama dengannya ? kadang dia terasa lebih baik dari aku yang sekarang, dia masa laluku,bahkan parasnya terlihat lebih menenangkan,matanya terlihat lebih teduh daripada aku. Gadis kecil itu membuatku iri setengah mati. Sial !
Tiap tahun aku bertumbuh,tiap tahun ceritaku berubah,pengetahuanku bertambah,dan tentu saja aku semakin mandiri. Tahun berganti dan gadis kecil itu tak pernah lelah menanti, menanti apa yang akan terjadi dihidupnya,dia tak pernah berhenti mencari, mencari petualangan yang baru,mencari ketertarikannya tentang sesuatu yang baru.
Masa kanak-kanaknya,di habiskan dengan belajar demi meraih prestasi untuk membanggakan papanya hanya demi mendapatkan pelukan dan kata-kata pujian dari kedua orangtuanya. Tetapi, bukan anak kecil namanya ketika tidak bermain,tidak membuat kenakalan. Dia pun tak pernah melewatkan itu.
Dia sangat menyukai dunia bermainnya,dia memiliki teman yang cukup banyak untuk terus menemaninya bermain,atau kadang disaat tidak memungkinkan untuk bermain bersama, alam imajinasinya tak pernah sekalipun meninggalkannya. Gadis itu aku rasa cukup lincah, dia sangat suka bernyanyi. Hampir semua hal yang dilakukannya tak terlepas dari musik, bahkan dengan musik dia dapat terbangun dari tidurnya. Dengan lagu,mendekatkannya pada papanya yang dulu setiap pagi dan siang mengantar dan menjemputnya sekolah. Mendekatkannya pada mamanya ketika sedang berkaraoke bersama dirumah dengan tembang-tembang kenangan.
Dengan musik pula dia mulai membiarkan tubuhnya mengikuti setiap lantunan irama musik yang di dengar, membiarkannya tak dapat mengontrol tubuhnya untuk bergerak. Lalu,dia mulai suka menari,meniru tiap gerak tarian yang dilihatnya. Membuat pikiran abstraknya berimajinasi tentang cita-citanya.
Beranjak agak besar,dia menyadari dia menyukai laut. Menyukai suara debur ombak,menyukai lembut pasir yang di tapakinya,mengagumi rasa asin airnya. Dari kecil dia telah di perkenalkan oleh pantai dan laut. Dan tanpa sadar dia tau bahwa dia menyukai air,dia menyukai fakta bahwa air itu mengalir,terus menerus dari tempat yang tinggi ke rendah, dari sungai ke laut,dari hulu ke hilir. Dia juga sadar hidup kadang seperti air,kadang pasang dan kadang surut. Kadang tenang dan kadang beriak. Kadang arusnya begitu kuat untuk di lawan. Kadang airnya begitu jernih,begitu biru hingga kita dapat melihat apa yang ada dibawahnya,tapi kadang airnya agak keruh jadi kita harus berhati-hati. Tapi, dia tau satu hal yang pasti bahwa hidup tidak ditakdirkan untuk terus-menerus mengikuti alurnya,ada saat dimana kita harus melawannya. Dan gadis itu terus berusaha untuk tidak mengikuti arus kehidupan.
Saat beranjak remaja, dia mulai mengenal sedikit ke kompleksan dunia, yaitu tentu saja persahabatan dan cinta. Dibuat kalut dengan pertengkaran antar teman, dan dibuat resah dengan yang mereka sebut rindu. Tetapi,diantara dua hubungan itu, hubungan persahabatannyalah yang berlangsung baik dan continue hingga kini.
Mungkin benar persahabatan dan cinta,jauh lebih kuat persahabatan sedangkan cinta itu rapuh. Tapi gadis itu,mengetahui bahwa kadang ada saat dimana cinta dapat menjadi begitu kuat hingga mampu melewati kuatnya ikatan persahabatan.
Gadis itu pernah berada dan mungkin suatu saat nanti akan terjebak di situasi yang sama. Disaat dia dibutakan dengan cinta. Disaat segala-galanya yang penting adalah pasangannya itu. Bodoh,naif,polos dan tentu saja tak terkendalikan. Cinta adalah mantra terkejam dan ilusi paling mematikan di dunia.
Tapi tentu saja tak semua tentang cinta itu buruk, cinta membawa warna baru dalam hidupnya. Mengisi kekosongan dalam hidupnya yang tak pernah disadarinya. Kadang disaat dia melihat langit dari atas rumah lamanya,duduk merenung diatas pagar dan merasakan hembusan angin, dia berpikir apakah cinta sejati itu benar adanya ? atau hanya sekedar mitos di cerita dongeng ?
Tak masalah tentang luka,sakit yang dia rasakan selama perjalanannya itu, asalkan akhirnya dia menemukan kebahagiaan sejati, karena dia tau suatu saat dia harus tersenyum untuk seseorang. Dan bukan karena harus, tetapi karena dia ingin. Meski cintanya kini sering dan bahkan selalu kandas, kadang cintanya tak terbalas dan jatuh pada orang yang kurang tepat. Meski dia harus meihat orang yang dicintainya memilih yang lain, gadis itu tau di dalam hatinya dia memang harus menerimanya. Itu semua bagian dari perjalanan hidup yang akan mendewasakannya.
Gadis kecil yang sudah remaja itu tau bahwa dia harus terus melangkah,bahwa hidup tak hanya sesimple itu,tak akan berhenti hanya karena pedihnya cinta. Kini dia sadar, bahwa tak akan ada orangtuanya lagi yang bisa terus mengawasi dirinya, tak ada mereka lagi yang bisa setiap saat melarangnya untuk tak jatuh karena jalan yang dia pilih salah. Dia harus bisa berdiri sendiri,memilih sendiri,bertanggung jawab atas apa yang dipilihnya,dan bersiap menghadapi segala rintangan hidupnya.
Dan setiap kegagalan dalam hidupnya tak akan membuatnya patah semangat,tak akan membuat dia mundur dan kehilangan arah,karena hidup akan selalu memberikan kesempatan baginya untuk menebus setiap kebodohannya.
Pernah gadis itu jatuh,hampir terpuruk dalam kesalahan terbesarnya, gadis itu kini tak polos lagi, dan hampir layu karenanya,sinarnya sudah tak seterang dulu karena cinta palsunya. Menyesal pun tak ada guna,berteriak pun hanya mengurangi sedikit kesakitan,apalagi airmata tak dapat mengahapus apa yang sudah tertanda. Dia mulai berhenti, gadis yang dulu semangatnya berapi-api kini bungkam dalam kesunyian. Tapi Tuhannya tak pernah sekalipun meninggalkannya, dunia indahnya dalam mimpi membuatnya bangkit,membuatnya berpikir kembali bahwa perjalanan di dunia nyata masih panjang,bahwa hidupnya tak sesempit pikirannya. Bahwa dia akan selalu menemukan tempat di manapun.
Hari demi hari terus berganti, dia pun juga terus berubah,baik dari segi fisik maupun karakter. Dari rambut ikalnya ke rambutnya yang sekarang lurus, dulu rambutnya berwarna merah kecoklatan sekarang telah menjadi coklat gelap,dari kulitnya yang putih bersih menjadi putih langsat. Dia berwajah lumayan menarik, tetapi baginya wajah masa kecilnya adalah wajah terbaiknya.
Semakin besar dia menyadari bahwa dia menyukai gagasan kebebasan. Meski dalam artian yang sebenarnya ‘Kebebasan” itu tidak pernah benar-benar bisa penuh,akan selalu ada “tapi” , akan selalu ada “batas”. Karena itulah kehidupan yang sebenarnya, seperti dalam setiap permainan, akan selalu ada aturan main.
Yang aku pahami dari gadis ini adalah, dari kecil, baik di dalam tidurnya maupun di bawah sadarnya dia selalu berangan-angan untuk dapat melihat keindahan dunia. Untuk bisa merasakan empat musim, untuk dapat melihat birunya laut ditempat-tempat yang berbeda, hijau dan sejuknya udara pegunungan ataupun pedesaan. Aku mengerti satu hal bahwa jiwanya adalah jiwa yang menyukai petualangan,tidak suka terlalu terikat, dan dia menyukai sejarah.
Dia tidak terlalu suka hiruk-pikuk, oleh karena itu dia hampir selalu melewatkan konser. Tapi dia menyukai pagelaran seni. Seni adalah suatu budaya yang akan terus hidup hingga akhir zaman. Yang akan terus mengalir disetiap darah umat manusia. Dia percaya setiap orang dilahirkan dengan bakat seni masing-masing.
Gadis itu tumbuh terus tumbuh, dia ingin terus berlari, berlari dan menari. Menari mengikuti alunan musik kehidupan ini, dia ingin terus mengeksplor bakatnya, dia ingin terus belajar meski kadang dia menjadi begitu keras kepala ketika hatinya sudah menetapkan pilihan. Kadang dia menjadi buta lagi hingga tersandung untuk mengetahui bahwa dia salah, dia masih sering manja,masih sering butuh pertolongan orang. Gadis itu masih sering egois.
Dia mulai mengenal masalah kehidupan yang sedikit lebih kompleks setelah dia remaja. Tentang kejamnya dunia. Sekarang dia tau bahwa ternyata dunia tak selamanya indah,tak selalu baik. Ternyata dibalik hingar bingar dunia yang penuh dengan ke-modernan,kemewahan terdapat jerit tangis rakyat yang tidak di perhatikan nasibnya, terdapat kekerasan antar umat manusia, terdapat kedengkian dimana-mana.
Dunia yang kini di pahaminya, menuntutnya harus peduli,meski yang bisa dilakukannya hanya sedikit,hanya hal-hal kecil tapi dia akan melakukan itu, agar setidaknya sedikit saja dia dapat melakukan perubahan. Karena sekarang,dia sadar bahwa dia tak buta lagi, dia tak terhalang oleh tembok keindahan dunia semu itu lagi. Sekarang dia telah mengerti haknya,dia paham permasalahannya,dan dia tau dia peduli. Jadi gadis kecil itu ingin berjuang ! ingin bahwa suara kecilnya bisa di dengar.
Meskipun dia masih tidak yakin dengan apa cita-citanya atau apa yang akan di kerjakannya ketika sudah saatnya nanti. Dia selalu tau bahwa, dia ingin bisa berpartisipasi untuk mengubah negaranya menjadi lebih baik, mengubah segala sistem buruk yang ada di pemerintahan saat ini. Tapi keinginannya itu membutuhkan proses yang panjang dan sulit untuk dicapai, dia tau itu tak mudah. Tapi, dia yakin akan selalu ada jalan ketika seseorang ingin berusaha.

Mungkin saat ini hanya segini yang dapat dia tuliskan dari sisa-sisa pemikirannya dulu hingga kini. Dari gadis kecil dengan begitu banyak keinginan,begitu banyak hal yang selalu dia pikirkan. Yang selalu menikmati setiap hal yang terjadi dihidupnya, yang selalu menangis ketika dia sedang putus asa, yang selalu memegang prinsip hidupnya bahwa hidup tak boleh hanya datar-datar saja. Seorang gadis yang selalu berharap menemukan cinta sejatinya. The girl who is on fire. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar